12 April 2013

Menyerah adalah Pilihan Terakhir



Masalah yang dihadapi hari ini hanyalah masalah kecil dibandingkan dengan apa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Pilihannya ada dua, kita berusaha menghadapi atau menyerah dengan keadaan hari ini.


Menghadapi berarti kita punya harapan untuk mencapai masa depan yang lebih indah. Mungkin berat,  tapi faktanya itulah yang akan menjadi kekuatan kita nantinya. Terpaan cobaan dan rintangan inilah yang akan menempa fisik maupun mental agar lebih kompetitif dan kuat. Menyerah mungkin sangat sederhana dan mudah untuk pilihan hari ini. Tapi besok cobaan akan datang lagi, lagi dan lagi. Begitu seterusnya. Kita tidak akan mungkin selamanya lari menghindari rintangan itu, karena kita semua punya impian yang ingin dicapai. Kita tidak mungkin mencapai pulau seberang tanpa menyebrangi lautan. Kita tidak mungkin menjejakkan kaki di Puncak gunung Bulusaraung tanpa mendaki. Bahkan surga yang dijanjikan pun hanya akan dicapai jika kita mampu menghadapi godaan setan dan juga nafsu-nafsu negatif yang kita miliki.
Menyerah hanyalah jalan terakhir. Ketika rasio tak mampu melegalkan jalan, dan ketika di hati tak lagi ada yang kau sayang, hanya saat itulah menyerah menjadi pilihan terbaik, karena dunia tak lagi mengukir namamu di dalamnya.
Para pujangga bahkan meminta kita bertanya pada rumput yang bergoyang saat goyah. Bukan berarti menanti rumput tuk berbicara. Tapi dengan syahdunya, dengarlah rasiomu berujar dan hatimu memilih.

No comments:

Post a Comment