Langit
desa dalam senjanya mewarnai senyum-senyum sepi hari ini. Hari terus bergulir
megiringi detik-detik jalan tak bermahkota. Siang telah bergelayut pergi ketika
seorang Gadis kecil (Mungkin SMP) di hadapan mataku, dengan gemirang, tampak
begitu senang dalam boncengan sang kekasih yang mungkin saja lima tahun lebih
tua darinya. Hati kecil yang kupunya bergejolak berteriak, marah... Entah aku
marah karena tak mampu melihat gadis-gadis kecil di ujung tanduk atau marah dan
iri karena bukan akulah yang bersama
gadis kecil itu, terserah.