26 August 2012

Perbedaan Cinta dan Nafsu


Langit desa dalam senjanya mewarnai senyum-senyum sepi hari ini. Hari terus bergulir megiringi detik-detik jalan tak bermahkota. Siang telah bergelayut pergi ketika seorang Gadis kecil (Mungkin SMP) di hadapan mataku, dengan gemirang, tampak begitu senang dalam boncengan sang kekasih yang mungkin saja lima tahun lebih tua darinya. Hati kecil yang kupunya bergejolak berteriak, marah... Entah aku marah karena tak mampu melihat gadis-gadis kecil di ujung tanduk atau marah dan iri  karena bukan akulah yang bersama gadis kecil itu, terserah.
Dengan senyum simpul bahagia, sang lelaki berucap “Aku Cinta kamu” kemudian tak sampai sedetik maka dikecuplah kening sang gadis kecil. Mau berkata apa lagi, jengkel makin memuncak, tapi siapa aku di alam demokrasi kebablasan yang terlalu mendewakan kebebasan dan melupakan adab. Gadis yang telah dibutakan zaman itupun tidur dalam pelukan sang lelaki. Semoga tak terbuai mimpi dan tak tersesat dari akalnya.
Memang kutak tahu apakah benar sang lelaki mencintai si gadis atau tidak, tapi yang pasti aku tahu bahwa cinta itu berbeda dengan nafsu.
1.      Cinta itu membahagiakan, Nafsu itu Membahayakan.
Ibarat dua sisi mata uang, cinta adalah sisi positif, nafsu adalah sisi negatif dan uang itulah yang menjadi hubungannya. Ia yang mencintai pasangannya dengan sebenarnya cinta akan membawa hubungannya ke arah kebahagiaan, tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti. Sebaliknya orang yang terkecoh menganggap nafsunya sebagai cinta, mereka akan membawa hubungannya ke arah kebahagiaan semu, dan hanya berorientasi fisik semata, dalam hal ini sex. Hal yang justruakan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan.
Dimana ada kebaikan, maka disitulah ada setan yang selalu akan menggodamu..... Jika kau memiliki cinta, maka bersiaplah perang dengan setan-setan.

2.      Cinta Bikin Ketawa, Nafsu Bikin Kecewa
Dalam sebuah tulisan, seseorang pernah menganalogikan hubungan itu seperti sawah, cinta itu seperti padi, dan nafsu adalah rumput liar. Ketika menanam padi di sawah, maka secara otomatis akan tumbuh rumput liar. Apabila kita ingin memanen kebahagiaan maka tentunya kita akan memangkas rumput liar itu, tapi apabila kita ingin kecewa terhadapa hasil panen, maka biarkanlah rumput liar mendominasi sawahmu.

3.      Cinta selalu ingin memberi, nafsu selalu ingin diberi.
Jika seseorang benar-benar mencintai maka sudah menjadi hal pasti bahwa ia akan memberi, jadi jika keduanya saling mencintai, maka keduanya saling memberi, dan saling diberi.
Sebaliknya nafsu yang selalu ingin diberi, akan segera pudar, akan menghancurkaan jaalinan hubungan ketika ia tak lagi menerima.

4.      Cinta ingin menyayangi, dan nafsu ingin menggerayangi.
Perlu saya jelaskan?? Saya pikir tak perlu. Haahahaah....

2 comments: