31 March 2013

Setelah Puas Apa Bahagia ??




Prinsip kodrati tak pernah puas yang mengisi setiap relung-relung jiwa mengubah hidup menjadi sebuah kepastian bagi setiap insan di dunia ini untuk menjadi sempurna dan adalah sebuah kepastian pula bagi setiap insan untuk mengharapkan kesempurnaan.


Setiap manusia mungkin bisa berasumsi diplomatik bahwa tak ada manusia yang sempurna, namun ia tidak akan pernah bisa menafikan bahwa ia merindukan kesempurnaan. Begitupun tentang kekasih.

“Bibirmu mungkin mampu berujar bahwa kau mencintaiku apa adanya, tapi matamu tak akan mampu berbohong bahwa kau mengharapkan manusia paripurna tertanam dalam raga maupun jiwaku. Aku mungkin terlalu naif berjanji untuk menjadi sempurna. Namun satu hal yang pasti, meski yang kulakukan kadang salah dan tak masuk akal, aku hanya ingin kau tahu bahwa semua itu adalah bagian usahaku untuk menjadi sempurna dan memantaskan diri untukmu.”

“Apa yang dilakukan seseorang mungkin tak selalu memberimu kebahagiaan. Tapi ingatlah bahwa tidak ada kebahagiaan jika tak ada yang dilakukan”

“Hanya karena ia tak melakukan sesuatu seperti yang kau inginkan, bukan berarti ia tak menyayangimu. Jangan pernah mencari kesempurnaan dalam diriku, karena itu tak akan pernah kau temukan, tapi izinkan saya belajar menjadi sempurna buatmu.”

“Sakit memang jika yang di sampingmu hari ini tak mampu melukis kanvas hidupmu dengan kebahagiaan. Tapi akan lebih sakit jika suatu saat nanti kau sadari bahwa ternyata yang mampu membuatmu bahagia adalah orang yang telah kau tinggalkan.”

No comments:

Post a Comment