9 June 2012

Untuk Mereka yang Melingkar dalam Lingkaran HIMATIKA FMIPA UNM


Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai mahasiswa Matematika sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk memliki pola pikir dan bertindak sebagai seorang matematikawan. Nah, yang menjadi masalah sekarang adalah apa dan bagaimana pola pikir seorang matematikawan itu?
Masihkah kita sebagai mahasiswa matematika memiliki identitas itu atau mungkinkah kita telah mengalami krisis identitas?
Seorang sahabat dari Jurusan lain pernah mengungkapkan  bahwa mahasiswa matematika adalah salah satu kiblat bagi mahasiswa dari beberapa jurusan atau bahkan hampir semua jurusan, karena dalam situasi ideal, Matematika itu berfikir secara rasional.
Benarkah berfikir secara rasional itu adalah salah satu identitas kita?
Saudara-saudaraku bisa menjawabnya sendiri.
Selalu saja dalam dunia akademik, kita diminta untuk mengerjakan suatu soal yang pada akhirnya akan dinilai benar atau salah. Namun, apa yang kita peroleh dari mengerjakan soal itu? Apakah hanya sekedar pengetahuan tentang materi soal itu? Atau hanya sekedar ajang perburuan angka yang nantinya akan memperbaiki nilai kita? Ada benarnya juga, tapi saya pribadi (dan Anda mungkin) sudah sepantasnya juga percaya bahwa tidak sekedar itu. Soal-soal itu ada juga untuk membangun karakter kita. Sebagai contoh, dalam masalah mana yang lebih penting antara hasil akhir (benar atau salah) mengerjakan soal atau paham/tidaknya kita akan soal itu?
Sebaiknya bukanlah hanya hasil akhir yang seharusnya menjadi prioritas kita. Hasil akhir bisa benar meskipun kita tidak paham akan soal yang kita kerjakan jika dan hanya jika ada faktor lain (selain paham/tidak) yang mempengaruhi. Yang pertama, keberuntungan. Saya pikir jika saudara “matematika”, saudara akan cukup cerdas untuk tidak begitu bergantung pada keberuntungan yang bukan merupakan satu hal yang pasti. Yang kedua, tidak jujur. Mungkin saja hasil akhir dari pengerjaan soal itu benar jika saudara menyontek. Tentunya ini akan sangat merusak bagi diri saudara karena hanya akan jadi masalah jika saudara tak lagi punya tempat untuk menyontek. Jadi, jalan mana yang akan saudara pilih untuk memperoleh hasil akhir yang benar? Jalan keberuntungan dimana yang beruntunglah yang menang, jalan tidak jujur atau jalan “paham”disertai kejujuran?
Memang sih tidak ada jaminan bahwa jika kita paham maka hasil kerja kita akan benar, tapi paling tidak orang yang paham memiliki peluang yang lebih besar untuk benar dibandingkan dengan mereka yang tidak paham. Dan untuk hal yang positif, matematika akan memilih yang berpeluang lebih besar.
Kenapa dalam pembelajaran matematika, Angka pertama yang diajarkan adalah 1 (satu) ? Menurut saya, karena matematika meminta kita untuk mengenal Tuhan. Menurut saudara?
Kenapa dalam matematika, nilai Bilangan Asli (bulat positif) lebih tinggi jika  dibandingkan dengan angka nol atau bilangan bulat negatif? Menurut saya, karena matematika ingin menunjukkan bahwa sifat positif (kebaikan) dan bermanfaat lebih berderajat dibanding suatu kesia-siaan(nol) dan suatu sifat negatif (keburukan). Menurut saudara?
Kenapa dalam matematika ada istilah definisi? Menurut saya karena matematika ingin mengajarkan bahwa ada sesuatu yang tidak perlu lagi kita ragukan kebenarannya. Menurut saudara?
Kenapa juga ada Aksioma dan teorema? Menurut saya, karena  matematika ingin mengajarkan bahwa ada aturan yang tidak perlu diragukan kebenarannya, tetapi adapula yang pantas untuk kita ragukan. Menurut saudara?
Kenapa dalam matematika, ada penjumlahan dan pengurangan, ada perkalian dan pembagian, ada perpangkatan dan pengakaran? Menurut saya, karena matematika ingin menjelaskan bahwa sehebat apapun proses yang kita alami dalam hidup, maka selalu akan ada jalan untuk kembali. Karena matematika ingin memperlihatkan bahwa segala sesuatu memiliki dua sisi, baik dan buruk, yang tentunya membuat kita akan mempertimbangkan kedua sisi jika kita dalam sebuah pilihan. Menurut saudara?
Kenapa semua angka yang dikalikan dengan nol dalam matematika maka akan menghasilkan nol? Menurut saya, karena matematika ingin menunjukkan bahwa selalu ada cara untuk membuat apa yang kita miliki di dunia ini menjadi tak lagi kita miliki. Menurut saudara?

2 comments: